Soal Dan Pembahasan Pola Bilangan Kelas 8 (TERLENGKAP)
Soalskul.com - Soal Dan Pembahasan Terlengkap Pola Bilangan Kelas 8 SMP. Apa kabar sobat skul, nah pada beberapa kesempatan lalu kami telah mengulas tentang soal dan pembahasan integral dan juga tentang daftar fakultas & jurusan di beberapa perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Tak jauh berbeda dari yang lalu, kali ini kami akan memberikan artikel yang juga tak kalah menarik dari sebelumnya yaitu tentang soal dan pembahasan pola bilangan untuk kelas 8.
Pola bilangan merupakan salah satu materi yang sering sekali dikeluarkan dalam beberapa kesempatan seperti penyeleksian mahasiswa, seleksi CPNS, psikotes dsb. Maka tak heran materi ini sejak dini diberikan dalam kurikulum kita yaitu kelas 8 SMP sederajat. Tanpa berbasa-basi lagi, langsung saja simak pembahasannya dibawah.
Definisi Pola Bilangan
Pola bilangan memiliki definisi yaitu susunan dari beberapa angka yang mana susunan tersebut membentuk suatu pola tertentu. Pola yang biasa kita kenal dalam pola bilangan yaitu seperti persegi, persegi panjang, segitiga, garis lurus, pola ganjil, genap dan lain-lain.
Macam Pola Bilangan
Ada banyak selaki jenis pola bilangan yang sering dikeluarkan dibeberapa kesempatan, mulai dari tingkatan yang mudah sampai tingkat dengan kesuliatn pemecahan yang rumit. Berikut kami berikan sedikit contoh dari macam-macam pola bilangan.
1. Pola Bilangan Persegi
Pada pola ini susunan angka yang terbentuk akan membentuk menyerupai persegi atau sama dengan pola bilangan berpangkat 2. Contoh dari pola bilangan ini diantaranya 4, 9, 16, 25, ... dll. Dalam pola bilangan persegi ini memiliki rumus untuk mencari nilai ke-n yaitu :
Bentuk pola bilangannya bisa kita lihat seperti gambar dibawah ini.
Contoh Soal :
2. Pola Bilangan Persegi Panjang
Pada pola ini susunan angka yang terbentuk akan membentuk menyerupai persegi panjang. Sebagai contoh yang termasuk pola persegi panjang yaitu susunan angka 6, 12, 20, 30, ... dan seterusnya. Dalam pola ini memiliki rumus (persamaan) untuk menentukan pola ke-n yaitu :
n = bilangan bulat positif
Bentuk pola bilangannya bisa kita lihat seperti gambar dibawah ini.
Contoh soal :
3. Pola Bilangan Segitiga
Pada pola yang satu ini tentunya akan membentuk pola segitiga. Contoh dari pola ini diantaranya adalah 3, 6, 10, 15, ... dll. Dalam pola segitiga memiliki rumus untuk mencari nilai ke-n yaitu :
Bentuk pola bilangannya bisa kita lihat seperti gambar dibawah ini.
Selain bisa mencari nilai yang ditentukan dengan menggunakan rumus diatas, untuk memecahkan penyelesaian pada pola segitiga bisa kita gunakan dengan cara menjumlahkan bilangan dimana selisih bilangan setelahnya +1 dari bilangan sebelumnya.
Contoh soal :
4. Pola Bilangan Pascal
Selanjutnya yaitu pola bilangan pascal. dari sisi sejarahnya pola ini ditemukan oleh seorang ilmuan prancis, yaitu Blaise Pascal. Jika diperhatikan pola bilangan ini akan membentuk sebuah piramida / segitiga. Pola bilangan pascal atau segitiga pascal memiliki rumus yaitu :
Bentuk pola bilangannya bisa kita lihat seperti gambar dibawah ini.
Contoh soal :
5. Pola Bilangan Garis Lurus
Pola garis lurus merupakan sebuah pola yang mana susunan angkanya akan terentuk seperti garis yang lurus. Contohnya :
6. Pola Bilangan Ganjil
Pola yang satu ini merupakan sebuah pola yang mana susunan bilangannya merupakan angka-angka yang ganjil, contohnya adalah angka 1, 3, 5, 7, ... dll. Pola ini memiliki rumus yaitu :
Contoh soal :
7. Pola Bilangan Genap
Pola bilangan genap merupakan sebuah pola yang mana susunan bilangannya terdiri dari angka-angka genap seperti 2, 4, 6, 8, 10, ... dll. Pola ini memiliki rumus yaitu :
Setelah tadi kita membahas tentang definisi dan macam-macam dari pola bilangan, kali ini kami akan memberikan beberapa contoh soal dan pembahasan yang sering keluar dalam materi pola bilangan ini. Langsung saja kita simak ulasannya.
Contoh 1: Soal UN Matematika SMP/MTs Tahun 2019
Diketahui rumus ke – n suatu barisan adalah Un = 10n + 3. Hasil penjumlahan nilai suku ke – 22 dan ke – 24 adalah …. A. 482 B. 466 C. 470 D. 482
Pembahasan:
Rumus suku ke – n: Un = 10n + 3
Mencari nilai suku ke – 22: U22 =10 x 22 + 3 U22 = 220 + 3 U22 = 223
Mencari nilai suku ke – 24: U24 =10 x 24 + 3 U24 = 240 + 3 U24 = 243
Hasil penjumlahan nilai suku ke – 22 dan ke – 24:
U22 + U24 = 223 + 243 = 466
Jawaban: B
Contoh 2: Soal UN Matematika SMP/MTs Tahun 2015
Diketahui barisan bilangan: 3, 8, 13, 18, 23, … Suku ke-32 adalah …. A. 465 B. 168 C. 158 D. 153
Pembahasan:
Berdasarkan pola bilangan pada soal, dapat diperoleh bawah suku pertamanya adalah 3 (a = 3) dan beda setiap sukunya adalah 5 (b = 5).
Un = a + (n – 1)b U32 = a + 31b U32 = 3 + 31 × 5 U32 = 3 + 155 = 158
Jawaban: C
Contoh 3: Soal UN Matematika SMP/MTs Tahun 2013
Diketahui barisan bilangan: −3, 1, 5, 9, 13, … Suku ke – 52 adalah … A. 201 B. 207 C. 208 D. 215
Pembahasan:
Berdasarkan pola bilangan pada soal, dapat diperoleh bawah suku pertamanya adalah -3 (a = -3) dan beda setiap sukunya adalah 4 (b = 4).
Un = a + (n – 1)b U52 = a + 51b U52 = – 3 + 51 × 4 U52 = – 3 + 204 = 201
Jawaban: A
Contoh 4: Soal UN Matematika SMP/MTs Tahun 2012
Dua suku berikutnya dari barisan: 3, 4, 6, 9, … adalah …. A. 13, 18 B. 13, 17 C. 12, 26 D. 12, 15
Pembahasan:
Perhatikan pola barisan berikut.
Jadi, dua suku berikutnya dari barisan: 3, 4, 6, 9, … adalah 13, 18.
Selanjutnya bertambah 8 dari 27 sehingga 27 + 8 = 35.
Kunci C
3.Pola : 6, 9, 4, 7, 2, 5, 0, 3, -2, .....Lanjutan 2 bilangan berikutnya adalah ....
A.1,-4B. 0,-5C. -1,-6D. 0,-4
Jawab :
Ada 2 pola di situ
6,4,2,0,-2, .... (berkurang 2) sehingga bilangan berikutnya -4
9,7,5,3, ... (berkurang 2) sehingga bilangan berikutnya 1
Kunci A
4.Lanjutan dari pola 2, 6, 18, 54, .... adalah ....
A.160B. 162C. 164D. 166
Jawab :
Pola dikalikan 3.
Bilangan selanjutnya 54 x 3 = 162
Kunci B
5.Misalkan a+b+c =90. Jika a,b, dan c merupakan tiga bilangan genap berurutan, maka nilai b adalah ....
A.28B. 30C. 32D. 34
Jawab :
Karena berurutan, maka nilai b = 90/3 = 30.
Sehingga bilangan yang dimaksud 28 + 30 + 32 = 90.
Nilai b = 30
Kunci B
6.Budi menulis pola berikut : 5, 11, 23, 47, ...
Rendi melihat pola tersebut bahwa suku kedua adalah dua kali suku pertama ditambah satu, suku ketiga adalah dua kali suku kedua ditambah satu, dan seterusnya.
Dengan meneruskan pola barisan di atas, jawaban Rendi adalah ....
A.93B. 94C. 95D. 96
Jawab :
Suku ke-5 adalah dua kali suku ke-4 ditambah 1
Suku ke – 5 = 2 x 47 + 1 = 95
Kunci : C
7.Andi menuliskan sebuah pola
Pola ke-1 = 2 x 3
Pola ke-2 = 3 x 4
Pola ke-3 = 4 x 5
Pola ke-4 = 5 x 6
Dan seterusnya.
Jika dilanjutkan, maka pola ke-50 adalah ....
A.50 x 51 B. 51 x 52C. 52 x 53D. 53 x 54
Jawab :
Pola ke -50 = 51 x 52
Kunci : A
8.Pola huruf : A,B,C,D,E,A,B,C,D,E,A,B, ....Pola huruf ke -80 adalah ....
A.AB. BC. CD. E
Jawab :
Berulang tiap 5 kali, sehingga 80/5 = 16 sisa 0.
Karena sisa 0 (tidak bersisa) maka huruf ke-80 adalah huruf E.
9.Sisa pembagian dari 210 dibagi 3 adalah ....
A.4B. 3C. 2D. 1
Jawab :
21 dibagi 3 hasilnya 0 sisa 2
22 dibagi 3 hasilnya 1 sisa 1
23 dibagi 3 hasilnya 2 sisa 2
24 dibagi 3 hasilnya 5 sisa 1
Dst
Karena sisa hanya 1 atau 2, maka dilihat pangkatnya.
Saat 2 pangkat ganjil didapatkan sisa 2.
Saat 2 pangkat genap didapatkan sisa 1.
Sehingga 210 dibagi 3 didapatkan sisa 1.
Kunci : D
10.Pada pola segitiga : 1, 3, 6, 10, 15, 21, 28, ....Maka pola bilangan ke-50 adalah ....
A.1.275B. 1.300C. 2.550D. 2.600
Jawab :
Pola segitiga
Pola ke-1 adalah 1 = (1 x 2)/2
Pola ke-2 adalah 3 = (2x3)/2
Pola ke-3 adalah 6 = (3x4)/2
Pola ke-4 adalah 10=(4x5)/2
Pola ke-5 adalah 15=(5x6)/2
......
Pola ke-50 adalah (50 x 51)/2 = 1.275
Kunci A
11.Pola barisan Fibonacci : 0,1,1,2,3,5,8,13,21, ....Dua bilangan berikutnya adalah ....
A.34, 54B. 33, 56C. 34, 56D. 34, 55
Jawab :
Pola penjumlahan 2 bilangan sebelumnya
0 + 1 = 1
1 + 1 = 2
1 + 2 = 3
2 + 3 = 5
3 + 5 = 8
5 + 8 = 13
8 + 13 = 21
13 + 21 = 34
21 + 34 = 55
Dua bilangan berikutnya adalah 34 dan 55
Kunci : D
12.Pada pola : 1,4,9,16,25,36,49, ....Maka bilangan ke-99 adalah ....
A.9.750B. 9.780C. 9.800D. 9.801
Jawab :
Pola persegi
Pola ke – 1 = 12 = 1
Pola ke -2 = 22 = 4
Pola ke-3 = 32 = 9
Pola ke-4 = 42 = 16
Pola ke-5 = 52 = 25
....
Pola ke-99 = 992 = 9.801
Kunci: D
13.Pada pola kubik: 1,8, 27, 64, 125, ...Bilangan selanjutnya adalah ....
A.126B. 216C. 343D. 456
Jawab :
Pola kubik
Pola ke-1 = 13 = 1
Pola ke-2 = 23 = 8
Pola ke-3 = 33 = 27
Pola ke-4 = 43 = 64
Pola ke-5 = 53 = 125
Pola selanjutnya = 63 = 216
Kunci : B
14.Banyak kursi baris depan pada gedung pertunjukkan 15 buah. Banyak kursi pada baris di belakangnya selalu lebih 4 dari kursi pada baris di depannya. Jika dalam gedung ada 20 baris kursi, maka banyak kursi pada baris ke-20 adalah….
A.59B. 81C. 91D. 95
Jawab :
U1 = 15
Selisih 4
U20 = U1 + selisih x banyak baris = 15 + 4 x 20
= 15 + 80 = 95
Kunci : D
15.Perhatikan gambar!
Pola bangun terbuat dari susunan lidi yang sama panjang. Banyak lidi yang dibutuhkan untuk membuat pola ke-9 adalah ….
A.18 B. 21 C. 24 D. 28
Jawab :
Pola 1 = 4 ..........................3 x 1 + 1
Pola 2 = 7 ...........................3 x 2 + 1
Pola 3 = 10 ........................ 3 x 3 + 1
.....
Bertambah 3 bentuknya 3n+1
terus hingga pola 9
Jadi pola 9 = 3 x 9 + 1 = 27 + 1 = 28
Kunci : D
16.Perhatikan gambar berpola di bawah ini !
( 1 ) ( 2 ) ( 3 )
Banyak persegi pada pola ke-8 adalah ….
A.21 B. 25 C. 27 D. 29
Jawab :
Pola (1) = 1 .....................4 x 1 - 3
Pola (2) = 5 .................... 4 x 2 - 3
Pola (3) = 9 .....................4 x 3 - 3
.....
Pola bertambah 4 , maka bentuknya 4n-3
Pola (8) = 4 x 8 – 3 = 32 – 3 = 29
Kunci : D
17.Rumus suku ke-n suatu barisan bilangan Un = 2x3n. Empat suku pertama adalah ....
A.6, 8, 9, 10C. 6, 12, 18, 24
B.6, 10, 12, 14D. 6, 18, 54, 162
Jawab :
Un = 2x3n
U1 = 2x31= 2 x 3 = 6
U2 = 2x32= 2 x 9 = 18
U3 = 2x33= 2 x 27 = 54
U4 = 2x34= 2 x 81 = 162
Kunci : D
18.Seekor amoeba membelah diri setelah 20 menit menjadi dua dari sebelumnya. Banyak amoeba setelah 3 jam adalah ....
A.512 B. 256 C. 125 D. 64
Jawab :
Mula – mula = 1
Menit ke-20 = 2
Menit ke-40 = 4
Menit ke-60 = 8
Menit ke-80 = 16
Menit ke-100 = 32
Menit ke-120 = 64
Menit ke-140 = 128
Menit ke-160 = 256
Menit ke-180 = 512 (3 jam)
Kunci : A
19.Barisan bilangan 30, 42, 56, 72, 90, .... Suku ke 14 adalah ....
A. 272 B. 306 C. 342 D. 380
Jawab :
Suku ke-1 = 5 x 6
Suku ke-2 = 6 x 7
Suku ke-3 = 7 x 8
Suku ke-4 = 8 x 9
Dst
Suku ke-14 = 18 x 19 = 342
Kunci : C
20.Tinggi tumpukan 2 gelas yang sejenis adalah 15 cm, sedangkan tinggi tumpukan 5 gelas yang sejenis adalah 24 cm.Tinggi tumpukan 20 gelas tersebut adalah
1. Nilai x untuk memenuhi persamaan 2x – 6 = 8 adalah.... A. 3 B. 5 C. 6 D. 7 Pembahasan : 2x – 6 = 8 2x = 8 + 6 2x = 14 x = 14/2 x = 7 Jawaban : D 2. Jika diketahui 3a + 2 = a – 4 , maka nilai a untuk memenuhi persamaan disamping adalah.... A. 3 B. 4 C. 5 D. 6 Pembahasan: 3a – 2 = a + 4 3a – a = 4 + 2 2a = 6 a = 6/2 a =3 Jawaban: A 4. Jika diketahui 2x + 10 = 4x – 6 , maka nilai x untuk memenuhi persamaan disamping adalah.... A. -8 B. 8 C. -4 D. 4 Pembahasan: 2x + 10 = 4x – 6 2x – 4x = -6 – 10 -2x = -16 x = -16/-2 x =8 Jawaban: B 5. Jika 32 = 5p – 8, maka nilai 4p + 1 dari persamaan disamping adalah…. a. 21 b. 33 c. 28 d. 42 Pembahasan : 32 = 5p – 8 32 + 8 = 5p 40 = 5p 40/5 = p 8 = p P = 8 Langkah selanjutnya masukan nilai p ke persamaan 4p + 1 4p + 1 = 4(8) + 1 = 32 + 1 = 33 jawaban : B 6. Jika 9x –12 = 4x + 3, maka nilai 6x – 25 dari persamaan disamping adalah…. a. 13 b. -15 c. -7 d. 11 Pembahasan : 9x –12 =...
I. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c atau d di depan jawaban yang paling benar ! 1. Rumus volume limas segitiga adalah .... a. V = alas x tinggi x tinggi limas b. V = ½ x alas x tinggi x tinggi limas c. V = 1/3 x (½ x alas x tinggi) x tinggi limas d. V = p x l x tinggi limas 2. Rumus volume limas segi empat adalah .... a. V = alas x tinggi x tinggi limas b. V = ½ x alas x tinggi x tinggi limas c. V = p x l x tinggi limas d. V = 1/3 x (p x l) x tinggi limas 3. Rumus luas permukaan limas adalah .... a. L = (2 x luas alas) + luas selimut b. L = luas alas + jumlah luas seluruh sisi tegak c. L = (2 x luas alas) + (keliling alas×tinggi limas) d. L = luas alas + (keliling alas×tinggi limas) 4. Perhatikan gambar di bawah ini untuk menjawab soal nomor 4 – 7 ! Volume pada gambar A .... cm³ a. 100 b. 110 c. 120 d. 150 5. Tinggi segitiga pada gambar B .... cm a. 12 b. 13 c. 14 d. 15 6. Tinggi limas pada gambar C .... cm a. 12 b. 14 c. 15 d. 16 7. Volume pada gambar D .... cm³ a. 65...
BALOK BALOK " CUBOID " Unsur - Unsur Balok 1. Sisi Balok dibatasi oleh 6 buah bidang / sisi berbentuk persegipanjang, sisi-sisi yang berhadapan sejajar dan kongruen. Penyebutan / penamaan sisi balok dengan menggunakan notasi empat huruf kapital secara siklis atau melingkar. Bidang / sisi balok adalah : Sisi alas = ABCD Sisi atas = EFGH Sisi depan = ABFE Sisi belakang = CDHG Sisi kiri = ADHE Sisi kanan = BCGF Sisi ABCD = EFGH , sisi ABFE = CDHG , sisi ADHE = BCGF Panjang seluruh rusuk = 4(p + l + t) 2. Titik sudut Titik sudut pada balok adalah titik temu / titik potong ketiga rusuk (titik pojok balok). Pada balo...
Komentar
Posting Komentar